PINTU Aceh Kembali Gelar Diskusi Publik

Aceh Frame-Banda Aceh: Perhimpunan Intelektual Muda Aceh (PINTU Aceh) menggelar diskusi publik di Aula Fakultas Ekonomi Bisnis Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Darussalam, Banda Aceh, Jum’at (27/12/2019)

Acara yang tertema ‘Proyek Strategis Nasional Sebagai Landasan Ekonomi Aceh di Masa Depan’ itu membahas langkah pikir kalangan akademisi di bidang ekonomi makro dan mikro. Sehingga mampu membangun landasan ekonomi yang kuat di Provinsi Aceh.

Pengamat ekonomi DR Iskandar SE,MM dalam pemaparannya menuturkan, terdapat ragam tugas yang harus dijalankan oleh Pemerintah Aceh untuk mengatasi kemiskinan yang telah berada pada level tertinggi se-Sumatera.

“Salah satu tugas pemerintah adalah memastikan jika Protek Strategis Nasional yang beroperasi di Aceh dapat benar-benar Ramah Ekonomi bagi masyarakat. Sehingga nantinya, mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi Aceh terutama UMKM di Aceh,” paparnya.

Disebutkan, transformasi ekonomi harus menjadi relevansi dalam upaya mengatasi transisi atas perubahan perekonomian di Aceh.

Ketua UKM Center Unsyiah ini juga memberikan usulan strategis bagi Pemerintah Aceh dalam menghadapi kesulitan dan tantangan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan tersebut. “Pemerinta Aceh juga berfokus dalam membangun Sumber Daya Aceh. Sehingga mampu menciptakan daya saing yang sehat di Aceh,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Divisi Pengamat Kebijakan Publik GeRak Aceh, Firnan menyebutkan, Proyek Strategis Negara (PSN) adalah hal yang baik bagi Aceh. Namun dalam rangka menciptakan Good Goverment di Aceh, mereka perlu terus menjadi pengawas dalam setiap hal tersebut.

“PSN adalah program pembangunan yang diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo, hal tersebut membuat LSM GeRak perlu melakukan pengawasan bersama dengan unsur pemerintah lainnya termasuk Kepolisian dan Kejaksaan, mengingat begitu sulit pengawasan proyek tersebut,” kata Firnan.

Masih Firnan, PSN akan memberikan dampak yang sangat baik bagi orang Aceh. Misalnya, proyek waduk, program tersebut sangat bagus untuk membantu masyarakat dalam hal peningkatan jumlah produksi padi.

Firnan menganggap bahwa yang terjadi di lapangan saat ini sangat banyaknya muncul broker-broker Proyek Strategis Nasional di Aceh. Sehingga hal tersebut membuat beberapa proyek waduk di Aceh harus diawasi dengan maksimal.

Dia mengingatkan, agar adanya bargaining power pemerintah Aceh dalam PSN. Hal itu dimaksudkan agar proyek tersebut benar-benar bebas dari indikasi korupsi dan bermanfaat bagi masyarakat Aceh secara keseluruhan.

“Dengan adanya pembangunan yang di prioritaskan di Aceh perlu adanya bargaining power Pemerintah Aceh. Dari fasilitas transportasi seperti jalan tol yang nantinya akan semakin mudah dan mempercepat pengiriman barang maka perlu ada pengembangan sektor ekonomi masyarakat, sehingga akses jalan yang dibangun seperti tol tersebut dapat bermanfaat untuk mempercepat barang tiba di Aceh,” lanjut Firnan.

Ditambahkan, Pembangunan PSN diprediksikan dapat memberikan kesejahteraan masyarakat Aceh. Namun, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan. Seperti program pemberdayaan bahan baku, seperti proyek ayam petelur di Blang Bintang yang harus terdistribusi ke seluruh Aceh, sehingga tidaklagi ketergantungan dengan Medan yang selama ini mensuplay telur ke Aceh.

Diakhir pemsparannya, Firnan sempat menyinggung pembangunan Waduk Keureto di Matang Kuli Aceh Utara. Diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat, karena selama ini wilayah tersebut sering terjadi bencana banjir, yang mencapai 6 kali setahun, melalui pelaksanaan pembangunan fisik diharapkan dapat menjadi solusi penanganan banjir. Demikian Firnan. (**)

Apa Komentar Anda?