Warga Cot Lamkuweuh Turunkan Meter Air Yang Digantung di Pintu Gebang

AF News – Banda Aceh: Protes warga Gampong Cot Lamkuweuh, Kecamatan Meuraxa, terhadap pemerintah Kota Banda Aceh berakhir, Rabu (7/8/2019).  Sejumlah meteran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy yang digantung di pintu gerbang sebagai bentuk protes sejak tiga hari lalu sudah diturunkan warga.

Asisten I Pemerintah Kota Banda Aceh, Faisal, S. STP didampingi sejumlah pejabat  Tirta Daroy bersama Dewan Pengawas PDAM kepada AF News menyebutkan, berakhirnya aksi gantung meter air itu setelah adanya kesepakatan bersama antara pemerintah kota dengan warga setempat.

Kesepakatan tersebut diantaranya, warga akan menurunkan water meter jika air ke rumah mereka sudah kembali mengalir. Selanjutnya pemerintah kota melalui PDAM akan terus mengupayakan kelancaran air tidak lagi terkendala. “Sekarang air ke rumah-rumah warga sudah mulai mengalir, kita minta kepada masyarakat  agar meteran air yang digantung dipintu gerbang segera diturukan,” kata Faisal.

Faisal membantah jika air yang mengalir itu akibat adanya aksi warga. “Mengalirnya air ke rumah-rumah warga tidak ada hubungannya dengan aksi protes, selama ini pihak PDAM memang sedang bekerja keras untuk melancarkan air bersih, bukan hanya untuk gampong Cot Lamkuweuh, seluruh kota Banda Aceh terus diupayakan hal yang sama,” ujarnya.

Dikatakan, aksi seperti itu seharusnya tidak boleh terjadi, sebab pemerintah kota tidak pernah sama sekali menutup mata terhadap kebutuhan air masyarakat, hingga saat ini pun pemerintah terus mengupayakan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Atas nama pemerintah kota Banda Aceh, Faisal, S. STP meminta kepada seluruh warga kota Banda Aceh untuk tidak mengulangi kejadian di Cot Lamkuweuh, sebab hal itu selain mencoreng nama baik kota Banda Aceh juga  akan merugikan masyarakat sendiri. “Jika ada kendala segera sampaikan kepada pemerintah kota atau langsung ke pihak PDAM, semua keluhan warga pasti ditanggapi oleh pemerintah,” ujar Faisal.

Hadir dalam kesepakatan itu, Asisten I Pemko Banda Aceh, Faisal, S.ST, pejabat PDAM Tirta Daroy, T. Raja Waris, S. Sos, Samirul Fuadi , SE. Dewan Pengawas PDAM, Said Muchsin, SE. Keuchik Cot Lam Kuweuh dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Meteran Digantung, Warga Sambung Air Langsung

Sejak meteran air tergantung di pintu gerbang masuk Gampong Cot Lamkuweuh, ternyata ada masyarakat yang memanfaatkan pengambilan air tanpa water meter. Hal ini membuat petugas PDAM  angkat bicara. “Coba lihat, jika memang airnya tidak mengalir  sama sekali untuk apa mereka menyambung langsung tanpa meteran, ini buktinya air ada. Tapi mereka membongkar juga meterannya, kita tidak tahu apa maksudnya ini,” kata Abu Rahman, Kepala Bagian Distribusi PDAM Tirta Daroy.

Abu Rahman menambahkan, kejadian seperti itu tidak hanya di satu rumah, tapi juga ditemukan di beberapa rumah lain. Namun hal ini sudah mendapat respon dari Keuchik Cot Lamkuweuh Aprizal. Kepada petugas PDAM dia meminta untuk menyerahkan data warga yang mengambil air tanpa meteran, dia juga  berjanji akan menegur warganya itu. (**)

 

Apa Komentar Anda?