Fakultas Hukum Muhammadiyah dan Somada Diskusikan Faham Radikal

News – Banda Aceh:  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Muhammadiyah Aceh bersama Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda (SOMADA) Aceh Besar menggelar diskusi publik di Banda Aceh, Selasa (25/6/2019).

Kegiatan yang bertajuk ‘Bersatu Menangkal Bahaya Radikalisme Dan Terorisme Di Indonesia’ itu, menghadirkan sejumlah pemateri. Diantaranya, Prof. M. Hasbi Amiruddin, Tgk. Muhazzir Budiman dan Tarmizi, M. Si.

Prof. M. Hasbi dalam pemaparannya menyebutkan, melawan Islam yang ber paham radikal bukan dengan cara membunuh, karena Islam itu Rahmatan Lil’alamin. “Allah SWT menyuruh kita untuk mencegah kemungkaran, jika masih ada orang yang keliru memaknai ideologi, kita harus mengenalkan bahaya radikalisme,” ujarnya.

Materi senada juga paparkan oleh Tgk Muhazzir. Menurutnya, Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam, tidak hanya untuk orang Islam saja. ” Yang terpenting sekarang Islam harus bersatu agar tidak terjadi perpecahan dan diadu domba oleh orang-orang yang mempunyai maksud tertentu,” tegas Tgk. Muhazir

Sementara Tarmizi, M.Si lebih menyorot kepada peran kampus yang dinilai masih lemah. “Radikalisme dan terorisme ketika dimasyarakat banyak terjadi judgement yang berkembang, namun kampus seperti diam, jarangnya melakukan kajian publik dalam diskusi seperti ini,” imbuh Tarmizi.

Pada kesimpulannya Wak Tar, panggilan akrab Tarmizi mengatakan, sejumlah gerakan sosial dan adanya kesamaan pemikiran, telah menyimpulkan bahwa yang bertentangan dengan pemikirannya adalah orang yang salah. “Harusnya di antara kita saling mengenal sesuai dengan karakter orang tersebut bukan seperti karakter kita,” pungkasnya. (Ali)

Apa Komentar Anda?