Pesona Air Terjun Kuta Malaka

AF News – Aceh Besar: Bagi penggemar air terjun, tak perlu jauh-jauh menghabiskan waktu ke Niagara atau Victoria. Disekitar kita masih tersembunyi persembahan alam  yang tak kalah pesona. Tepatnya di balik gunung Samahani Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar. Terdapat tujuh tingkat air terjun yang sanggup mengalahkan Plitvice di Eropa Tenggara.

25 Km dari Kota Banda Aceh anda akan memasuki Kawasan Samahani. Untuk sampai di tujuan, anda akan menempuh perjalanan sekitar 15 KM dengan medan yang menantang. Hanya separuh perjalan yang teraspal, selebihnya berbatuan dan kerikil di jalan tanah yang berkelok-kelok membelah gunung.

Pastikan ketangguhan kenderaan dan nyali anda, terlebih jika berkenderaan roda dua.  Lebih baik tidak melakukan perjalanan dimusim hujan. Tapi jika anda punya hobby ‘penakluk alam’ tempat ini pasti yang anda cari. Namun tetap waspada, tanjakan dan menurun di tepi jurang bisa juga membuat nyali terciut.

Sepanjang perjalanan anda akan ditemani oleh panorama alam yang membius pandang. Gugusan bukit kecil, padang ilalang dan rimbunan pohon, seakan bersenyawa dengan langit biru dibentang awan. Megahnya puncak Seulawah menambah daya pikat yang membuat anda enggan berkedip.

Semakin tinggi anda mendaki semakin cengang anda alami. Di Kejauhan, anda juga dapat melihat  wajah kota Banda Aceh bak terlukis kanvas. Gumpalan awan putih yang menghias angkasa seakan mengajak anda berlama-lama di puncak bukit. Samar-samar  terlihat samudera Hindia yang mengagumkan.

Di kaki bukit, anda akan melintasi  beberapa anak sungai dengan kedalaman 20 – 30 Centimeter. Tak ada jembatan untuk penghubung, hanya penyeberangan manual dengan menorobos air. Tak perlu khawatir, arus tidak mengalir deras, anak sungai juga tak terlalu lebar, hanya 6 – 8 Meter anda sudah di tepi.

Dari anak sungai terakhir anda hanya menempuh 3 Km perjalanan mendaki. 20 Meter sebelum pintu gerbang masuk ke lokasi air terjun,  ada akan menjumpai beberapa bangunan yang tak terawat. Anda bisa parkir kederaan di tempat itu.

Dari  gerbang, anda akan melanjutkan perjalanan kaki  dengan menuruni sekitar 412 anak tangga yang disediakan khusus menuju air terjun. Perjalanan inipun sangat membuat anda terpikat. Karena anda akan menelusuri hutan yang padat dengan pepohonan dan semak belukar. Tenang, hutan ini tidak menakutkan seperti di film-film honor yang tonton.

Justeru sebuah petualangan yang menjanjikan ketenangan jiwa. Sejuknya udara hutan, pasti memanjakan langkah kaki  anda di balik rimbun.  Kicauan burung dan suara – suara binatang kecil seakan tak tertukar dengan alunan tembang yang pernah anda dengar. Bila cuaca cerah, anda akan menyaksikan semburan fatamorgana yang meluncur dicelah-celah daun.

Lebih separuh perjalanan, sayup-sayup terdengar gemercik air yang jatuh dari ketinggian. Itu artinya, air terjun Kuta Malaka sudah dekat. Teruslah melangkah, hingga anda melihat indahnya air yang jatuh dibongkahan batu besar dan terjun ke telaga berornamen batu-batu kecil.

Air terjun Kuta Malaka bertingkat tujuh hingga ke puncak pegunungan. Setiap tingkatnya memiliki ketinggian 3 – 6 meter. Semua  tingkat ada telaga dengan kedalaman 10 -20 meter dan lebar 20 – 30 meter. Air yang jernih nan sejuk, akan menggoda anda untuk terjun ke telaga. Bila anda tidak mahir berenang bisa mencari tempat yang lebih dangkal untuk berendam. Percikan air jatuh, bersama deru bayu  yang menyusup hutan,  seakan mengeluarkan gerincing nada beralun  merdu.

Jangan lupa membawa persediaan makanan yang cukup, karena di lokasi itu tidak tersedia jasa kuliner atau warung kopi. Ingat, jangan meninggal sampah di sekitar lokasi, karena akan merusak pesona air terjun di hutan ‘perawan’

 

BUTUH SENTUHAN PEMERINTAH

Patut disayangkan, air terjun Kuta Malaka yang menawarkan sejuta pesona seperti luput dari perhatian pemerintah setempat. Seharusnya, tempat ini dapat dijadikan lokasi wisata yang menakjubkan. Jika pemerintah mau.  Bukan  mustahil tempat ini akan menjadi salah satu tujuan wisata lokal dan manca negara.

Pemerintah tinggal menyediakan fasilitas yang cukup. Seperti, kantin, kamar ganti, toilet, tempat parkir dan tempat shalat. Semua itu  tidak harus dimulai dari awal, karena beberapa unit bangunan sudah berdiri di sana. Hanya saja, saat ini dalam kondisi tidak terurus, dibeberapa bagian bahkan sudah rusak.

Untuk kebutuhan listrik, jaringan arus Perusahan Listrik Negara (PLN) juga sudah terpasang di sepanjang jalan menuju lokasi. Sedangkan air bersih, dapat dibangun intalasi kecil  yang bersumber dari sungai yang mengalir di sekitar lokasi.

Barangkali, sedikit terkendala pada pembangunan jalan yang belum teraspal sampai ke lokasi, itupun jika dibebankan ke APBK. Akan tetapi pemerintah Kabupaten Aceh Besar bisa saja mencari sumber dana lain dari APBA atau APBN.  Atau bahkan bisa saja menggandeng pihak swasta untuk berinvestasi.

Jika ini terwujud, dapat dipastikan, pemasukan PAD dari sektor wisata akan lebih menggenjot pembangunan Kabupaten Aceh Besar sampai ke sektor-sektor lain.     (Ali)

 

Apa Komentar Anda?