Balada Sekolah di Kaki Seulawah

AF News – Aceh Besar: Mirisnya pendidikan di daerah terpencil masih sangat kentara, kendati  tak sedikit dana pendidikan yang telah dikucurkan oleh pemerintah untuk sekolah pesisir dan terpinggir, namun masih ada sekolah yang sangat memprihatinkan. Sekolah Dasar  Negeri (SDN 1) Lamteuba, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, satu diantaranya.

Sekolah Dasar yang terletak dipinggir kaki puncak Seulawah ini,  mempunyai pemandangan  yang tak sedap ditonton. Betapa tidak, sejumlah  anak-anak yang sedianya berada diruang belajar saat jam pelajaran, justeru bermain di luar ruangan saat jam pelajaran bergulir. Mereka tidak sedang bolos sekolah atau terkena hukuman, akan tetapi sejumlah bocah ini sedang menunggu giliran masuk ruangan hingga  jam pelajaran pertama berakhir.

Hal tersebut dikarenakan jumlah ruang belajar yang belum mencukupi. Selain ruang belajar , sekolah itu juga tidak dilengkapi dengan pagar keliling yang memadai. Sehingga setiap hari banyak binatang seperti lembu, kerbau dan kambing bebas masuk berkeliaran dipekarangan sekolah.

Kepala SDN 1 Lamteuban Saifullah, S.Pd kepada AF News menyebutkan. Saat ini sekolah dipimpinya itu,  memiliki 376  siswa yang ditampung dalam 14 ruang belajar, jumlah ini tentu saja belum mencukupi, sehingga anak-anak harus menunggu giliran pakai ruangan.  “Kami pihak sekolah juga sudah menyiasatinya berbagai cara agar anak-anak bisa mengikuti pelajaran pada jam belajar, namun sampai saat ini kami masih kekurangan enam ruang belajar,”  Kata Saifullah, Senin (30/7/2018).

Tak tanggung-tanggung.  Demi kebutuhan belajar anak didiknya, Saifullah merelakan ruang kepala sekolah dan kantor guru dijadikan untuk ruang belajar. Mirisnya lagi, untuk menggantikan ruang kepala sekolah dan kantor guru, Saifullah memindahkannya ke rumah guru yang selama ini ditempati.

Menariknya, guru yang selama ini menempati rumah itu juga rela pulang pergi ke sekolah dengan jarak tempuh yang lumanyan jauh. Selain ruang belajar yang tidak cukup, proses belajar mengajar di tempat ini juga tidak lebih baik.

Pasalnya, sejumlah guru PNS tidak bisa memaksimalkan waktu mengajar dengan baik, hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Diantanya, tempat tinggal mereka yang jauh dengan sekolah. Sehingga pihak sekolah harus memanfaatkan jasa putera-puteri daerah sebagai guru bakti.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar, Fata Muhammad, S.Pd yang dihubungi melalui selularnya mengatakan. Untuk Sekolah Dasar Negeri 1 Lamteuba sudah diprogramkan pembangunannya pada tahun 2019 mendatang. “Hal itu sudah kita bicarakan dengan kepala daerah, insya Allah tahun 2019 akan ada penambahan rungan belajar untuk SD Negeri 1 Lamteuba,” Jelas Fata Muhammad.

Pun demikian.  Plt. Kadis  juga meminta partisipasi masyarakat agar dapat menyekolahkan anak-anaknya  di SD Negeri 2 dan 3 Lamteuba  yang masih punya banyak ruang belajar. “Di Lamteuba masih ada 2  lagi  Sekolah Dasar yang kekurangan siswa, jika semua harus masuk ke SD 1 kondisinya akan terus   seperti ini. Jadi, kita harap agar masyarakat juga dapat memanfaatkan sekolah-sekolah itu untuk kelangsungan pendidikan anak-anak,” Pungkasnya. (Ali)

Apa Komentar Anda?